Senin, 02 April 2012

Kaltim Bukukan Rekor Muri installasi Blank On Linux

 Jauhar Efendi menerima piagam Muri

kaltimprov.go.id - Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim berhasil membukukan rekor installasi massal Program Blank On Linux melalui Museum Rekor Indonesia (Muri) yang diikuti oleh 486 orang peserta dari berbagai kota di Kaltim. 

Hal ini dikatakan Kepala Diskominfo Kaltim HM Jauhar Effendi, didampingi para instruktur dari Komunitas Pengguna Linux (KPL) Jakarta dan Bogor yang hadir sejak pagi hari di Ruang Serbaguna Stadion Madya Sempaja untuk memantau jalannya installasi massal pada Jumat pagi (30/3). 

"Kita patut memberi apresiasi kepada para peserta dan seluruh komunitas Linux di Kaltim karena ini merupakan satu kebanggaan bagi Kaltim dimana para pelajar dan mahasiswa mampu menunjukkan prestasinya," ujarnya bangga.
 
Lanjut Jauhar, ketika mahasiswa lain sibuk melakukan demo anti kenaikan BBM yang sebagian rusuh dan anarkis, ternyata sebagian pelajar dan mahasiswa di Kaltim mampu membukukan rekor Muri untuk installasi program Blank On Linux ini. Ditegaskannya, pemecahan rekor Muri ini dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung kinerja pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Sebab, di era kepemimpinan Awang Faroek-Farid Wadjdy, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat mendapat perhatian. 

Pemerintah, ujarnya wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik atau disebut e-Goverment. 
"Untuk melaksanakan pemerintahan berbasis elektronik ini diperlukan aplikasi pendukung yang tepat selain ketersediaan infrastruktur. Nah, aplikasi program Linux inilah salah satu yang akan membantu pelaksanaan e-Gov karena bisa dikembangkan sendiri oleh penggunanya," ujarnya. 

Diskominfo bersama komunitas Linux di Kaltim sedang giat mengkampanyekan penggunaan perangkat lunak Linux, yakni gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka atau open source di Indonesia. Hal ini juga untuk mendukung program IGOS (Indonesia Go Open Source) yang dideklarasikan 30 Juni 2004 oleh lima kementerian, yakni Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Departemen Pendidikan Nasional.

Sementara Deputi Manajer Museum Rekor Indonesia (Muri), Ariyani Siregar mengatakan bahwa Kaltim merupakan provinsi yang giat membukukan dan memecahkan rekor nasional untuk beberapa kegiatan. Disebutkannya prestasi Kaltim diantaranya Rekor Ski Air menempuh jarak terjauh, Blog Online terbanyak, Sikat Gigi terbanyak, Menggiring Bola terbanyak, Akad Kredit terbanyak, Memancing dengan peserta terbanyak dan program installasi Linux terbanyak. 
Ariyani menjelaskan pemecahan rekor install program Linux kali ini merupakan kegiatan kedua setelah pernah dilakukan oleh Provinsi DKI Jakarta. 

"Walau pernah dilakukan oleh DKI dengan 288 perserta namun kegiatan tersebut tidak dicatatkan pada rekor Muri, sehingga belum dapat dikatakan sebagai suatu prestasi. Jadi di Kaltim ini merupakan yang pertama dibukukan dalam pencatatan rekor Muri" jelasnya. (yul/hmnsprov)


Minggu, 01 April 2012

Diskominfo dan Komunitas Linux Telah Pecahkan Rekor MURI

H Jauhar Efendi

kaltimprov.go.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dikominfo) Kaltim bersama Komunitas Linux Kota Samarinda dan Balikpapan telah menggelar Pemecahan Rekor MURI untuk instal aplikasi program Linux yang dilakukan sedikitnya 400 orang yang akan digelar untuk meramaikan Kaltim Fair 2012 mendatang .
Kegiatan yang rencananya diselenggarakan serentak berlangsung di Gedung Serbaguna Stadion Madya Sempaja pada Jumat siang (30/3) dan akan diikuti ratusan pelajar, mahasiswa dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim.

"Rekor Nasional untuk aplikasi Linux secara bersama ini pernah dilakukan di Jakarta diikuti lebih dari 300 orang. Diharapkan di Kaltim akan diikuti lebih dari 400 orang yang secara bersama menginstal aplikasi Linux di komputer pribadi dan instansi," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, H Jauhar Efendi, Senin (19/3).

Dijelaskan, pemasyarakatan sistem operasi Linux ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo yaitu Program Indonesia Go Open Source (IGOS). Program Linux adalah sistem operasi dan aplikasi komputer yang berbasis "open source." Artinya, dalam program Linux setiap program dapat diaplikasikan dengan gratis tidak berbayar seperti program-program lain, misalnya Windows dengan berbagai varian aplikasinya yang harus dibayar oleh setiap pengguna.
"Operasi Linux memang belum familiar di masyarakat, untuk itu sesuai dengan Program Pemerintah melalui IGOS tadi, kita akan mengenalkannya lebih luas dengan Pemecahan Rekor MURI ini," ujarnya.

Keuntungan lainnya adalah program Linuk lebih aman dari serangan virus walaupun pengguna sering memasukkan flashdisc yang berasal dari computer lain. Linux juga andal dalam pengoperasian serta dapat diaplikasikan pada segala jenis komputer.
Didampingi Kepala Bidang Teknologi Informasi, Akhmad Mulyadi, dijelaskan sebelum pemecahan Rekor MURI ini, pada pagi harinya diadakan seminar tentang keuntungan dan keunggulan program Linux dibandingkan sistem operasi lainnya.

Diharapkan, komunitas dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam aplikasi Linux ini dapat menghubungi panitia untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Diharapkan sehari sebelum pelaksanaan, seluruh peserta pemecahan Rekor MURI, mendapatkan pengarahan dari panitia tentang cara dan mekanisme pemecahan rekor yang pertama kali di laksanakan di Kaltim.
"Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana mensosialisasikan program Linux pada masyarakat dengan segala manfaat dan kelebihan yang dimiliki," harapnya.(yul/hmsprov).